Teks Bejalan

.::Selamat Datang di Website SENKOM Mitra POLRI Kabupaten Situbondo::. .::Empat Pilar Kebangsaan - Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.:: .::Jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas dan budayakan keselamatan sebagai kebutuhan::. .::Demi keselamatan anda & orang lain, jangan menggunakan Ponsel atau mengetik SMS saat mengendarai kendaraan::. .::Ngebut bukan berarti hebat, selamat sampai tujuan baru hebat, ingat keluarga menanti di rumah, ngebut maut menanti::. .::Ayo Dulur, Gotong Royong Mewujudkan Situbondo Lebih Baik::. .::Meningkatkan SDM yang Berjiwa Gotong-Royong, Kesetiakawanan Sosial dan Kepedulian terhadap Sesama untuk Penguatan NKRI::. .:: Nyopir Ojo Ngantuk, Ngantuk Ojo Nyupir ::. .:: Dengan Anda Tertib Berlalu Lintas Anda Sudah Menyelamatkan Diri Sendiri, Penumpang dan Orang Lain dijalan::. .:: Helm Bukanlah Topi, Ikatlah Selalu Dengan Baik di Kepala Anda::. .::Kerjasama Yang Baik Akan Membawa Hasil Yang Baik Pula, InsyaAllah ::. .:: Mewujudkan TeamWork Yang Profesional ::. .:: Senkom Bangga Bisa Turut Serta Menciptakan Suasana Yang Aman dan Mewujudkan Masyarakat Yang Tertib :: NKRI Harga Mati :: Siap-Selesai-Sukses :: Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh ::. .:: Mau Bertindak Anarkis, Tinggalkan Situbondo Sekarang Juga ::. .:: Ayo cak Berantas Kejahatan Bareng Bareng ::.

Kamis, 21 April 2011

Tim SAR Selamatkan ABK Tanpa Pengapung

Situbondo - Kecelakaan laut terjadi di perairan Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Situbondo, Senin (18/4). Sebuah Kapal Motor Penumpang (KMP) Angling Dharmo yang hendak berlayar menuju Bali, tiba-tiba pecah dan karam akibat diterjang badai gelombang. Sebanyak15 ABK (anak buah kapal) pun terjatuh. Hampir empat jam lamanya, belasan ABK itu terapung-apung di tengah laut dengan hanya berbekal benda seadanya.

Beruntung, sebelum kondisi 15 ABK itu drop dan tenggelam,  sejumlah anggota tim Search and Rescue (SAR) dan Senkom Mitra Polri tiba di lokasi. Upaya penyelamatan dilakukan secara mendadak, setelah ada teriakan minta tolong dari tengah laut. Tidak heran, anggota tim SAR Senkom pun harus terjun ke laut meski tanpa pelampung. Meski demikian, mereka sigap berenang melakukan penyelamatan dengan bekal seadanya, seperti buah kelapa, potongan bambu, dan sebagainya.


Setelah berjuang keras, seluruh ABK akhirnya berhasil diselamatkan. “Tolong ambulan kasih jalan, korban perlu segera dilarikan ke rumah sakit. Kondisinya pingsan dan banyak minum air,” teriak seorang anggota tim SAR. Seketika itu, aplaus panjang langsung terdengar, saat tim penyelamat dari Senkom dan 15 ABK tiba di tepi pantai.

Demikianlah, simulasi penyelamatan penumpang kapal tenggelam yang digelar dalam pembukaan latihan dasar (Latsar) Penanggulangan Bencana, di kawasan wisata Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Situbondo, Senin (18/4). Kegiatan tersebut diselenggarakan Senkom Mitra Polri, Badan Penaggulangan Bencana Nasional (BNPB), dan Badan SAR Nasional (Basarnas). Sedikitnya, terdapat 450 peserta yang ikut serta dalam pelatihan tersebut. Peserta berasal dari 33 propinsi, yang terdiri dari anggota Senkom, Forum Peduli Bencana Indonesia (FPBI), Gema Masyarakat Trikora, dan Gema Kasgoro.

Selain jajaran Senkom, pembukaan Latsar Penanggulangan Bencana juga hadiri sejumlah elemen Tim SAR. Di samping itu, hadir pula Kasat Brimob Polda Jatim Kombes Pol Restu MB, dan jajaran muspida Situbondo serta Muspika setempat.  “Kegiatan seperti ini sangat diperlukan, untuk mengasah kemampuan anggota Tim SAR. Termasuk teknik mengapung tanpa alat bantu,” kata Ketua Umum Senkom Mitra Polri, HM Sirot usai membuka Latsar, Senin (18/4).

HM Sirot menambahkan, kawasan wisata Pasir Putih cukup strategis untuk dijadikan lokasi latihan penanggulangan bencana. Sebab, memiliki karakteristik alam laut dan pengunungan yang sangat bagus. Termasuk, lokasi pantai yang dikelilingi kawasan perbukitan dan dekat dengan jalan raya. Sirot mengatakan, pelatihan kali ini bertujuan agar semua anggota Senkom Mitra Polri bisa memiliki kemampuan dan keahlian menolong korban kecelakaan dan bencana alam sesuai dengan prosedur tetap (protap). Sehingga, semua anggota bisa melakukan upaya evakuasi dan penyelamatan dengan benar. “Jangan sampai, korban justru semakin sakit atau bahkan mati saat kita tolong. Rekrutmen peserta juga cukup selektif. Termasuk harus bebas dari narkoba,” pungkas Sirot. (ari/Jb1)
Sumber: JurnalBesuki.com