Teks Bejalan

.::Selamat Datang di Website SENKOM Mitra POLRI Kabupaten Situbondo::. .::Empat Pilar Kebangsaan - Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.:: .::Jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas dan budayakan keselamatan sebagai kebutuhan::. .::Demi keselamatan anda & orang lain, jangan menggunakan Ponsel atau mengetik SMS saat mengendarai kendaraan::. .::Ngebut bukan berarti hebat, selamat sampai tujuan baru hebat, ingat keluarga menanti di rumah, ngebut maut menanti::. .::Ayo Dulur, Gotong Royong Mewujudkan Situbondo Lebih Baik::. .::Meningkatkan SDM yang Berjiwa Gotong-Royong, Kesetiakawanan Sosial dan Kepedulian terhadap Sesama untuk Penguatan NKRI::. .:: Nyopir Ojo Ngantuk, Ngantuk Ojo Nyupir ::. .:: Dengan Anda Tertib Berlalu Lintas Anda Sudah Menyelamatkan Diri Sendiri, Penumpang dan Orang Lain dijalan::. .:: Helm Bukanlah Topi, Ikatlah Selalu Dengan Baik di Kepala Anda::. .::Kerjasama Yang Baik Akan Membawa Hasil Yang Baik Pula, InsyaAllah ::. .:: Mewujudkan TeamWork Yang Profesional ::. .:: Senkom Bangga Bisa Turut Serta Menciptakan Suasana Yang Aman dan Mewujudkan Masyarakat Yang Tertib :: NKRI Harga Mati :: Siap-Selesai-Sukses :: Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh ::. .:: Mau Bertindak Anarkis, Tinggalkan Situbondo Sekarang Juga ::. .:: Ayo cak Berantas Kejahatan Bareng Bareng ::.

Selasa, 11 Januari 2011

Polda Jatim dan Senkom Gelar Pelatihan Kamtibnas

Surabaya - Jajaran Kepolisian Daerah (polda) Jawa Timur berkerjasama dengan Sentra Komunikasi (Senkom) gelar pelatihan dan pembekalan kepada anggota Senkom se Jatim. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan dan menjaga Kamtimbnas lebih kondusif. 

Ketua Senkom Pusat, Brigjen Purn Edi Mulyadi, ditemui usai acara pembukaan pembekalan Anggota Senkom se Jatim di Mapolda Jatim, Selasa (20/7) mengatakan, untuk pembekalan anggota Senkom agar bisa melaksanakan fungsinya sebagai pamswakarsa dan mandiri dalam membantu kepolisian, yaitu menjaga Kamtibmas.“Menjaga keutuhan NKRI bukan hanya tugas TNI dan POLRI, sebagai warga negara Indonesia yang baik kita harus berpartisipasi sebagai wujud bela negara. Dengan wadah Senkom Mitra Polri ini, kami bertekad untuk mengabdi demi ketertiban dan keamanan Negeri tercinta ini. Dan selama ini para anggota Senkom juga aktif membantu masyarakat,” ujarnya

Lebih lanjut acara pelatihan ini diadakan sesuai dengan UU No 2 tahun 2002 tentang pengembangan sistem keamanan dan ketertiban masyarakat tetap bertumpu pada Pam swakarsa dan kiat masyarakat terhadap Kamtibnas harus tetap ditingkatkan.

Selain menjaga keamanan dan gangguan kamtibnas ini, Senkom juga bisa bergerak dan membantu korban bencana alam seperti bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)Ia berharap pelatihan dan pembekalan senkom dapat menjadi sebuah organisasi yang andal, profesional serta mampu berperan dalam menciptakan keamanan yang kondusif dan aman melalui jaringan informasi hingga masyarakat yang paling bawah.
Kabag Bina Mitra Polda Jatim Kombes Pol Fauzi mengatakan, dengan adanya Senkom nantinya juga dapat membantu dan mempermudah polisi dalam menjaga kamtibnas di masyarakat, sehingga keamanan di Jatim menjadi kondusif dan aman.

Bagaimana tugas kepolisian sendiri dalam senkom ini ia mengatakan, itu sesuai tugasnya masing–masing seperti reserse ada gangguan pencurian yang dialami masyarakat mereka akan meluncur kesana, lantas kalau terjadi kecelakaan akan langsung ke TKP (Tempat Kejadian Perkara).

"Sms Itu Tidak Benar"
Polda Jatim mengimbau kepada masyarakat agar tidak perlu resah dan takut dengan adanya SMS yang muncul di beberapa daerah tentang penculikan anak itu tidak benar atau palsu“Itu gak benar, kami sudah cek semua Polres dan tidak ada kantor polisi yang mengirim SMS kewaspadaan seperti itu. Juga selama ini tidak ada laporan penculikan atau laporan kehilangan anak,” tegas Kombes Pol Pudji Astuti.

Dikatakannya, saat ini polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui siapa yang mengirim SMS itu dan apa motifnya. Terkait mobil yang disebut milik “penculik” yaitu APV warna silver dengan nomor polisi (nopol) L 1857 GU seperti yang disampaikan dalam SMS, kata Pudji, dipastikan data itu tidak benar. Berdasarkan catatan kepolisian, nopol yang disebutkan itu adalah nopol untuk jenis mobil Toyota Terios dan bukan APV.
Polda Jatim mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, tapi tidak perlu mempercayai isi SMS yang disebarkan berantai itu. Masyarakat diminta untuk mengabaikan informasi yang dikirim melalui SMS yang mengatasnamakan polres tertentu, termasuk dengan adanya penyebutan jenis mobil dengan nopol tertentu. “Yang penting SMS itu tidak usah dikembangkan, tidak usah diteruskan untuk dikirim lagi atau diramai-ramaikan,” pesan Pudji.
Sebelumnya isu penculikan anak yang mulai terdengar kabarnya di Jatim sejak Juni lalu, kini semakin tak terkendali. Ironisnya, cukup banyak warga masyarakat yang termakan isu yang tak jelas jluntrungnya itu.

Karena belum ada upaya serius yang terkoordinasi dari pihak berwenang untuk mengatasi isu yang beredar secara berantai lewat SMS itu, penyebaran isu penculikan tersebut tambah meluas. Dalam sehari kemarin saja, diberitakan SMS penculikan menyebar di delapan daerah, yaitu Sumenep, Pamekasan, Jember, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, Probolinggo, dan Kediri. Penyebaran SMS gelap itu, sebelumnya juga diketahui terjadi di Kabupaten Bojonegoro, Tuban, Sidoarjo, dan Jombang.